daily thoughts and activities

Sunday, June 21, 2009

I’ve lost a friend. He’s my precious.

Saya tidak pernah merasakan kehilangan seseorang sebesar ini. I can’t handle this kind of feeling. Mungkin saya tidak akan pernah mengerti rasanya jadi dia yang tersakiti begitu dalam. Dan pernyataan maaf seperti apapun tidak bisa menghilangkan rasa sakitnya.

Tapi tetap, saya ingin mengatakan ribuan maaf ke kamu. Maaf maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf.. aku ngga tahu lagi caranya minta maaf. Sepertinya untuk minta maaf pun sebenarnya saya sudah nggak punya muka ke kamu. Dina yang bodoh ini cuma bisa mengutuki dirinya sendiri.

Di siang hari, saya selalu bisa mengalihkan pikiran dan melakukan kegiatan bersama teman. Namun, ketika malam datang dan aku sendiri di kamarku, pikiran ini rasanya ingin gila saja. Selalu bertanya: KENAPA.. tak ada habisnya….. Maaf :(

in your old room where we caught you
stepping through some old song

you said came from
where your going
a lady read it in you palm

down at the 12th avenue market

the promise you will not forget

you are going

till its gone


screen went blue
before i touched you
and my ride went home

all the photos came out lonely
but we're not alone
talking of everything we could not hope

i was stupid of thinking of east coast

already now its gone


there are things i cannot forget

i wish none had happened yet

there are some things i cannot forget


we were stronger than the preachers

we were wiser than the wall

took our sleeping by the river
and the beaches in your car
up where you taught me how to drive a stick

and told me your family secret

you were scared i was caught


why'd you stay behind
packing for the trip
why'd you ask me to be the one

first through your lips

i was awkward and i could not hear

your body through my body's fear

we were going to hell


there are things i cannot recall

there are some things that would risk it all

but these are the things we cannot recall

these are the things i cannot recall


**Things I Cannot Recall (by: Blind Pilot)

Monday, June 01, 2009

Sepertinya saya ini orang yang hidupnya hanya dituntun oleh mimpi. Mimpi saya segudang, beberapa mengatakan mimpi saya rendah. Nyatanya, mimpi serendah apapun tidak dapat diraih dengan mudah. Namun sebenarnya mimpi saya tidak rendah, hanya saja saya tidak pernah menceritakan dengan detail apa saja yang hendak saya raih. Saya ingin bahagia dan sukses. Bukan sukses. Lalu bahagia.

Keegoisan saya dalam mencapai mimpi ini sangat tinggi. Saya selalu berpikir positif bahwa saya mampu meraih semua mimpi saya. Sayangnya, hal tersebut berdampak negatif kepada orang lain. Orang lain pertama yang nampaknya selalu saya kecewakan adalah orangtua. Tidak bisa tidak, saya berprilaku sebagai bukan anak yang patuh dan diperbudak mimpi sendiri di depan mereka. Seringkali menangis, mengancam, demi membujuk mereka mengikuti keinginan saya.
Dengan mimpi pula, saya berdoa. Sepertinya, tanpa bermimpi saya tidak akan pernah terpikir untuk menemui dan memohon kepada-Nya. Sepertinya, menyembah-Nya bukan tujuan saya. Beribadah dan berdoa Nampak hanya sarana demi mencapai mimpi saya. Sarana yang esensial. Munafik kah? Dosa besar kah? Fasik kah? Tuhan, beri saya umur..

Sunday, February 15, 2009

dua postingan sebelumnya membicarakan hal yang berbeda. tentu saja, sensasinya juga beda.

hmm.. jadi pengen make jaket

Oje sudah selesai. Ga nyangka udah terlewati semuanya. Kontribusi saya sejauh ini tidak cukup besar mungkin di banding teman-teman yang lain tapi lumayanlah. Menjadi bagian dari tim getting desk lifestyle, saya getting malas bukan kepalang. Di kepanitiaan sosialiasasi oje, saya berada di divisi publikasi. Kemudian di pra oje jadi dokumentasi dan pada oje-nya beralih jadi logistik. Wara-wiri.

Nun aneh jauh di sana, ketika teman-teman heboh dan bergelora terhadap kaum muda alias jurnal-jurnil yang baru saja resmi bernaung di bawah payung hmj, saya malah diresahkan dengan… perasaan-perasaan di luar itu, sesuatu yang bukan termasuk ranah esensi oje, hehe.

Monday, February 02, 2009

Asyiknya jadi kepala negara. Well, itu yang ada di kepala saya ketika menyaksikan berita TVOne sekitar pukul enam lewat, 30 Januari lalu. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras atau bahasa gaulnya menyinggung atau mempermalukan Presiden Israel Shimon Peres pada World Economic Forum. Lalu ia meninggalkan forum internasional itu begitu saja. Lanjutannya, pas bailk ke tanah air ia dielu-elukan oleh warga Turki. dahsyat.




Enak juga yah, klo jadi kepala negara gitu bisa merealisasikan sikap tegasnya sama Israel. Lah saya, hanya bisa mengutuk-ngutuk di depan kotak ajaip berwarna. Ah saya bangga sekali dengan kepala-kepala negara yang bisa menyuarakan kata hatinya tanpa takut dengan tetek bengek Amerika maupun Eropah. Turki, Iran, Venezuela, dan lain-lain. Nice job!

Thursday, January 01, 2009


Ports of Lima dinobatkan sebagai album terbaik tahun 2008 versi majalah Rolling Stone Indonesia. Sungguh menjadi prestasi dan bingkisan yang indah untuk Sore di penghujung tahun.
“Lewat aransemen yang dramatis bagaikan scoring sebuah film yang belum dibuat, Ports of Lima adalah album untuk segala macam suasana hati,” tulis Rolling Stone dalam edisi Desember 2008.

Terlebih lagi, album Ports of Lima ini menempati peringkat pertama diikuti dengan album Top Up-nya Nidji dan beberapa band lokal terkemuka lain seperti Peterpan, Andra and The Backbone, dan lain-lain.

Ports of Lima yang dirilis pertama kali oleh Aksara Record tanggal 11 April 2008 mendapat banyak pujian dari para kritikus musik. Bermodalkan 13 lagu, album kedua Sore memang patut diacungi jempol. Selain lebih banyak memasukkan distorsi pada gitar, album ini juga lebih personal dari album sebelumnya. Memang, beberapa lagu dalam Ports of Lima terinspirasi dari pengalaman pribadi para personel Sore. Beberapa lagu lainnya terinspirasi dari film. Simak saja "Essensimo" yang terinspirasi dari film Truffaut's 400 Blows, "400 Elegi" yang terinspirasi film Lynch's Elephant Man, dan lagu "Come By Sanjurou" (terinspirasi film Kurosawa's Sanjurou).

Sebelumnya, album pertama mereka yang bertitel Centralismo (2005) dinobatkan sebagai “One of 5 Asian Albums Worth Buying” versi majalah Time pada 12 September 2005.

"Sore's musical products are a pastiche of several genres gleaned enthusiastically from listening to and experiencing the music of the various decades of the 20th century, and culminating in what can only be described as ""collage rock"", a totally new, totally exciting sonic experience." (Jakarta Post 2005)

Uniknya, tidak ada vokalis utama dari band ini. Sore terbentuk pertama kali tahun 2001 dengan formasi Ade Paloh (guitar, vocal), Mondo Gascaro (piano, keyboard, vocal), Awan Garnida (bass, vocal), Gusti Pramudya (drums, vocal) Reza Dwiputranto (guitar, vocal). Spidolbiru menyaksikan penampilan live Sore terakhir kali yakni pada acara Simphonesia di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung akhir November lalu. Dan terbukti, Sore memang brilian!

Sumber:
http://www.rollingstone.co.id/index.php?m=rs&s=news&a=view&cid=36&id=49
http://www.facebook.com/home.php#/pages/SORE/18706426966

Wednesday, December 31, 2008

Wew.. hepi new year. Is it really a happy new year? So-so, eh..
Taun baru ini saya di rumah aja. Dan sekarang beberapa menit menuju pergantian tahun. Mari membuat sebuah agenda resolusi. Sebetulnya saya nggak pernah buat tapi nggak ada salahnya juga sesekali ingin berbeda dari biasanya.

Pinginnya di 2009, saya..
1. Solat 5 waktu (ayoo bawa mukena kemana-mana)
2. Nggak cengeng lagi
3. Lebih gape main piano
4. Memperluas khasanah di dunia musik (bc: download lagu lebih lebih lebih banyak lagi hahhaa
5. Bisa renang!
6. Bung nabung
7. Mengunjungi Anya ke Surabaya
8. Nggak sekebo dulu
9. Bisa jaga porsi makan (halah)
10. Nggak kebobolan absen kuliah seperti semester sekarang

Eh yaudah deh.. sekarang udah pukul 00.18. wes saya posting yaa. Met taun baru, kawan-kawan. Jangan lupa berdoa dan berharap kebaikan. Cheers!

Monday, November 10, 2008

Okay. Let’s write..
Jumat lalu (31/10), sebenarnya saya dan teman-teman jurnal tidak ada kuliah. Tapi kami harus ke kampus karena apa sodara-sodara.. yak tepat sosialisasi oje –yang saya tulis asal supaya tulisan ini tidak keluar di pranala pencarian Google atau situs lainnya– dimulai dan agenda pertama adalah pemilihan ketua angkatan. Wohoo!
Mm karena oje ini sifatnya sakral dan saya juga tidak ingin berpartisipasi memberi bocoran bagi para calon jurnal-jurnil generasi berikutnya maka saya tidak akan menceritakan secara detil kronologis peristiwa Jumat lalu.
Intinya mah, si jurnal 2007 yang pertama datang ke kami setelah membuang waktu untuk disiksa selama 15 menit (atau lebih) mengeluarkan kata-kata sakti berikut: SAYA TIDAK YAKIN.
Eheheh ko dia udah disiksa (cuma dengan kata-kata loh) ujung-ujungnya ga yakin jadi pemimpin siihh. Yaudah kami sang senior (hehe) terkejutlah dan dengan emosi menyuruh si dia kembali ke angkatannya. Dalam 5 menit harus sudah ada ketua angkatan yang baru, YAKIN DAN BERSEDIA tentunya.

Segitu aja si. Oje itu asiknya dinikmatin, ngalamin cinta lokasi, dan bukan isu yang tepat buat ditulis di blog. Lu harus ngrasain sendiri. Ngahahahhaha. Salam.
*oia di bawah postingan ini adalah tugas feature cetak saya, belum versi revisi. Silakan yang ingin berkomentar, saya senang. Klo mau jadi bahan berikut feature-feature saya selanjutnya (Insya Allah) juga mangga, asal jangan lupa sertakan sumber ok?! J